Jumat, 08 April 2011

Bocoran wikileaks Soal SBY Bukan Pepesan Kosong

Sabtu, 12-03-2011
TERKAIT pemberitaan The Age dan Sidney Herald hendaknya jangan dibiaskan dahulu. Pasalnya, mungkin saja terhadap pemberitaan dua surat kabar Australia ini merupakan dua surat kabar yang punya reputasi sangat baik dan biasanya informasi yang sangat dipercaya dan tidak mudah membuat berita tanpa ada data yang kuat sebagai dasar dari pemberitaannya. Apalagi ini menyangkut masalah korupsi dan kehidupan demokrasi dan bukan suatu kesengajaan yang dilakukan oleh kedua surat kabar tersebut terkait dengan kunjungan Wakil Presiden Boediono ke Australia.
Dalam beritanya dua surat kabar Australia ini dilansir bahwa Taufiq Kiemas diduga melakukan korupsi sepanjang istrinya menjadi presiden dan berusaha dilindunginya. Apalagi menurut kedua surat kabar tersebut, sudah cukup bukti korupsi yang dilakukan oleh Taufiq Kiemas apalagi atas saran TB Silalahi kasus tersebut sebaiknya dihentikan oleh SBY melalui Hendarman Supandji (Jaksa Agung saat itu).
Tidak itu saja, menurut pemberitaan dikatakan bahwa pihak SBY dan istrinya banyak menggunakan kekuasanya untuk mendapatkan keuntungan dari BUMN. Tidak itu saja dugaan gratifikasi juga bisa disangkakan pada Any Yudhoyono yang banyak menggambil keuntungan sebagai brokers (makelar) dan fasilitator bagi bisnis yang akan dibangun di Indonesia. Bisa saja ini berkaitan dengan proyek-proyek yang ditenderkan oleh pemerintah maupun BUMN. .
Sebaiknya lingkaran Istana dan orang dekat SBY tidak perlu menyalahkan atau mengatakan informasi dari Wikileaks yang diberitakan oleh dua surat kabar Australia adalah tidak benar serta tidak perlu kebakaran jenggot. Apalagi terkesan cari muka untuk melakukan pengkaburan tentang berita yang dilansir surat kabar Australia tersebut, sebab kita sudah sepakat bahwa negara kita adalah negara hukum.
Sebab, benar atau tidaknya harus dilakukan penyelidikan secara tuntas oleh KPK untuk kebenaran adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Taufiq Kiemas yang telah punya cukup bukti di Kejaksaan Agung, serta memeriksa TB Silalahi yang berusaha menghalang-halangi penyelidikan adanya dugaan korupsi yang mana bisa dianggap membantu terjadinya korupsi.
Selain KPK, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) harus menelurusi rekening-rekening dari keluarga SBY dan Taufik Kiemas dan dibandingkan dengan gaji mereka atau usaha mereka selama berkuasa. Apakah harta kekayaan mereka sesuai dengan yang harus didapatkan. Atau tidak sesuai (lebih besar) dengan yang mestinya didapatkannya karena pada saat Pilpres 2009, SBY mengaku harta yang dimiliki hanya Rp 7 milyar.
Kami menghimbau juga kepada masyarakat, mahasiswa dan elit politik yang concern dengan Indonesia bersih dari korupsi, untuk sama-sama aktif melakukan kontrol dan mendesak aparat hukum seperti KPK, Kejaksaan dan PPATK untuk berani melakukan investigasi tentang pemberitaan dua surat kabar Australia yang melibatkan Taufiq Kiemas, SBY, Any Yudhoyono dan TB Silalahi serta Sudi Silalahi, dimana secara jelas mereka semua diduga melakukan kejahatan korupsi yang serius. Ini penting dilakukan investigasi agar Negara Indonesia tidak dicap sebagai Negara terkorup di dunia.
Kami sarankan juga DPR sebaiknya segera membentuk Pansus untuk menelusuri pemberitaan miring yang dibuat oleh dua surat kabar Australia, agar ada rasa keadilan bagi Any Yudhoyono jika memang berita itu hanya pepesan kosong. Pemerintah juga tidak perlu melakukan protes ke pemerintah Amerika Serikat tentang data-data Wikileaks yang bersumber dari komunikasi berita surat kawat yang dilakukan kedutaan Amerika di Jakarta dan tidak perlu menyalahkan pemerintah Amerika yang dianggap ceroboh akibat percakapan kawat yang bocor.
Kami sarankan SBY juga sebagai Presiden yang katanya pro pemberantasan korupsi harus berani mengungkap secara terang benderang mengenai dugaan korupsi yang dilakukan istrinya dan keluarganya serta lingkarannya, dan apabila telah dibuka dan ternyata tidak terbukti, berita itu hanyalah berita fitnah dan pepesan kosong belaka.
Sebab menurut penelitian jika memang data Wikileaks yang didapat dari hasil percakapan kawat diplomatik Amerika Serikat adalah merupakan pepesan kosong, tetapi mengapa data-data yang disajikan Wikileaks punya materi dan tahapan-tahapan kejadian yang terjadi serta latar belakang kasus yang diduga menimpa Taufik Kiemas, Any Yudhoyono, TB Silalahi dan Sudi Silalhi yang mendekati kebenaran. Karena itu, pemberitaan kedua surat kabar Australia yang disarkan sumber Wikileaks tidak bisa disebut pepesan kosong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar